Peneliti keamanan siber menemukan metode serangan baru yang memungkinkan hacker mencuri kata sandi (password) pengguna hanya dengan membuat korban menonton video yang telah dimodifikasi secara khusus. Serangan ini tidak memerlukan korban mengunduh file atau mengklik tautan berbahaya, sehingga lebih sulit dikenali.
Teknik tersebut memanfaatkan cara kerja prosesor dan memori pada perangkat modern. Saat video diputar, hacker dapat menganalisis perubahan kinerja sistem dan pola akses memori untuk menebak informasi sensitif yang tersimpan di perangkat, termasuk password. Metode ini termasuk dalam kategori serangan side-channel attack, yaitu mencuri data dengan mengamati perilaku perangkat, bukan dengan membobol password secara langsung.
Para peneliti menunjukkan bahwa platform video populer seperti TikTok dan layanan streaming lainnya berpotensi menjadi media penyebaran serangan semacam ini apabila celah keamanan tidak ditangani dengan baik. Namun, serangan tersebut memerlukan kondisi dan teknik yang cukup kompleks sehingga belum mudah dilakukan oleh sembarang pelaku kejahatan siber.
Meski demikian, temuan ini menjadi peringatan bahwa aktivitas yang tampak aman, seperti menonton video online, juga dapat dimanfaatkan sebagai jalur serangan. Karena itu, pengguna disarankan untuk selalu memperbarui sistem operasi dan aplikasi, serta menggunakan fitur keamanan tambahan seperti autentikasi dua faktor (2FA) untuk mengurangi risiko pencurian akun.