Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menilai ajang maraton dan kompetisi liga olahraga merupakan sektor yang paling cepat menggerakkan ekonomi olahraga Indonesia. Ia menegaskan bahwa olahraga tidak lagi dipandang sebagai beban anggaran (cost center), melainkan sebagai peluang pendapatan (revenue opportunity) sekaligus sarana membangun citra bangsa.
Menurut Erick, saat ini terdapat 104 event maraton di Indonesia dengan total sekitar 10,4 juta pelari, yang menciptakan perputaran ekonomi melalui pembelian perlengkapan olahraga, sektor perhotelan, kuliner, dan pariwisata. Kota-kota seperti Bandung, Jakarta, Medan, dan Mandalika juga merasakan dampak positif karena meningkatnya kunjungan peserta dan wisatawan saat penyelenggaraan lomba lari.
Di sisi lain, kompetisi liga domestik turut memberikan kontribusi besar, dengan perputaran ekonomi Liga Sepak Bola mencapai sekitar Rp700 miliar dan Liga Basket sekitar Rp60 miliar, di luar pengeluaran masing-masing klub. Erick berharap Indonesia dapat mengembangkan lebih banyak liga olahraga profesional agar industri olahraga nasional semakin kuat dan menjadi salah satu mesin pertumbuhan ekonomi baru, seperti yang telah terjadi di Amerika Serikat melalui NBA dan MLB.