PDI Perjuangan (PDIP) menilai latihan dasar militer (latsarmil) bagi peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang diproyeksikan menjadi calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih tidak relevan dengan tugas yang akan mereka emban. Anggota Komisi I DPR dari Fraksi PDIP, TB Hasanuddin, meminta pemerintah menghentikan pelatihan militer tersebut dan menggantinya dengan pembinaan yang lebih sesuai dengan kebutuhan manajerial dan pengelolaan koperasi.
Desakan itu muncul setelah lima peserta latsarmil dilaporkan meninggal dunia selama mengikuti program. PDIP menilai peristiwa tersebut harus menjadi momentum untuk mengevaluasi dan memperbaiki desain pelatihan agar tujuan membangun sumber daya manusia unggul dapat tercapai tanpa mengorbankan keselamatan peserta.
Sementara itu, Kementerian Pertahanan menjelaskan bahwa latihan dasar kemiliteran diberikan untuk membentuk karakter, disiplin, kepemimpinan, integritas, kemampuan bekerja di bawah tekanan, dan semangat pengabdian para calon manajer koperasi. Meski demikian, pemerintah berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap metode dan materi pelatihan setelah adanya insiden tersebut.