Setelah hampir 12 tahun dianggap sebagai salah satu konsol paling aman dan sulit diretas, Xbox One akhirnya berhasil dibobol oleh seorang peneliti keamanan bernama Markus Gaasedelen. Ia memperkenalkan teknik baru bernama "Bliss" double glitch dalam konferensi RE//verse 2026.
Teknik ini tidak memanfaatkan celah perangkat lunak (software), melainkan menyerang langsung perangkat keras (hardware) melalui manipulasi tegangan listrik pada saat proses booting konsol. Dengan memberikan gangguan tegangan yang sangat presisi pada waktu tertentu, sistem keamanan Xbox One dapat dilewati sehingga penyerang memperoleh kendali penuh atas konsol.
Menurut Gaasedelen, celah ini berada pada Boot ROM yang tertanam permanen di chip Xbox One. Karena berada di tingkat perangkat keras, Microsoft tidak dapat menambalnya melalui pembaruan firmware biasa.
Meski demikian, metode ini sangat rumit dan sulit diterapkan. Prosesnya memerlukan modifikasi fisik pada motherboard, penggunaan mikrokontroler tambahan, serta pengaturan tegangan yang sangat presisi. Karena kerumitannya, eksploitasi ini lebih bermanfaat untuk penelitian keamanan dan pelestarian perangkat lunak (digital preservation) dibandingkan untuk pembajakan massal.
Penemuan ini membuktikan bahwa tidak ada sistem yang benar-benar mustahil diretas. Meski Xbox One selama lebih dari satu dekade dikenal sebagai konsol yang "kebal hacker", akhirnya sistem keamanannya berhasil ditembus melalui pendekatan baru di tingkat hardware.